Saturday, 8 October 2022

Urip Iku Sawang Sinawang - Hidup itu?

 Urip iku SAWANG SINAWANG   


● Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat, 

Ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah..


● Aku melihat hidup teman²ku tak ada duka dan kepedihan,

Ternyata ia hanya pandai menutupi dengan menSYUKURI..

Sepak Bola Kalah 9 - 0

Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1927, ketika pak AR masih duduk di bangku sekolah dasar (SD Muhammadiyah Prengan Kotagede Yogyakarta). Pada suatu ketika ada pertandingan sepak bola antar kelas yang di sini melibatkan pak AR untuk ikut serta. 

Di dalam pertandingan ini pak AR ditugaskan sebagi penjaga gawang, di sisi lain pertandingan berjalan ramai dan serangan lawan yang bertubi-tubi. Setiap bola mengarah ke gawang pak AR selalu dibiarkan masuk. Samapai akhir pertandingan tim pak AR kalah dengan sekor 9-0. Tentu dengan hasil ini pihak lawan merasa gembira sedang teman pak AR merasa kecewa. Setelah itu, pak AR ditanya oleh rekan-rekanya “Mengapa setiap bola mengarah kegawang selalu dibiarkan masuk?”, kemudian pak AR menjawab “Ya sekali-kali kita harus membuat gembira lawan. Bukanya kemarin pak guru telah bilang bahwa membuat senang orang lain itu baik”. Tentu saja rekan-rekan pak AR bertriak huuu…... 

Hidup Tanpa Penyesalan

Bismillah... Hidup itu Indah... Jikalau kita Pandai berterima kasih dan bersyukur... Belajar mau menerima apa adanya dan dibekali kejujuran yg mewujud dalam aspek kemanfaat bagi sesama... Ketika Gelap baru tersadarkan apa arti dari Terang Ketika Kehilangan baru tersadarkan arti Memiliki Ketika Berpisah baru tersadarkan arti dari Kebersamaan
HIDUP TANPA PENYESALAN
#Kemarin sudah Tiada, besok belumlah Tiba, kita hanya punya 1 Hari, yaitu Hari ini, jangan pernah sesali yg telah berlalu, itu Perbuatan sia sia... Terus melangkah utk sebuah perubahan, berusaha utk memberikan yg terbaik bagi sesama dilandasi kejujuran agar mencapai Ridho Alloh.... #Selamat Beraktifitas.

Kapan Kita Pulang

Kisah tentang Eril, anak lelaki kesayangan kami. hakekatnya adalah cerita tentang kita semua. Hakekat bahwa semua dari kita, pasti akan pulang. Dengan waktu, tempat dan cara yang kita tidak akan pernah selalu tahu. Hidup di dunia ini sesungguhnya adalah tentang perjalanan bukan tujuan. Dan seperti cerita setiap perjalanan, kisah selalu dimulai dari sebuah titik awal. Dan kisah akan selesai di sebuah titik akhir. Dan untuk setiap yang datang, pasti akan ada saatnya untuk kembali pulang. Agar perjalanan selamat, maka petunjuk jalan dan bekalnya harus kita siapkan. Petunjuk jalan adalah keimanan. Bekal perjalanan adalah anafauhum linnas, yaitu tas berisi pahala amal-amal kebaikan kita. Itulah hakekat cerita Ananda Eril.